Panti Asuhan merupakan salah satu lembaga nasional yang khusus untuk menampung anak-anak yatim piatu. Bukan anak yatim piatu saja yang dirawat dan dididik di panti asuhan, tetapi anak jalanan yang menjadi perhatian khusus untuk di ambil olhe bebrapa panti asuhan. Kenapa anak jalanan yang sekarang sasaran utama? Ini dikarenakan banyak tindak kriminal yang dialami oleh para anak jalanan, misalnya penganiayaan, penyiksaan, pelesehan seksual, bahkan sampai dengan pembunuhan. Anak jalanan juga banyak dimanfaatkan beberapa orang untuk meraup keuntungan dengan jalan yang menggunakan anak-anak jalanan untuk bekerja kers mencari uang. Misalnya dengan cara menyuruh anak-anak meminta-minta atau mengamen di setiap lampu merah, contohnya pada lampu merah cempaka putih dan matraman.

Panti Asuhan untuk Anak Jalanan

Oleh karena itu, banyak rumah panti asuhan yang mengarahkan pandangannya untuk lebih banyak mengambil anak-anak jalanan untuk dirawat dan didik dengan cara memberikan pendidikan formal maupun agama. Ini penting karena dengan diberikan pendidikan formal melalui sekolah dan pendidikan agama ini, akan menjadikan mental anak-anak jalanan tersebut kuat dan secara otomatis akan dapat membangun karakter dari anak tersebut. Untuk itu diperlukan sebuah panti asuhan untuk menampung mereka dan memberikan semua pelatihan yang dapat mereka gunakan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Penting dalam Mendirikan Panti Asuhan

Pasti setiap orang memiliki hati nurani yang condong untuk peduli terhadap sesamanya. Ini cocok, karena dengan kepedulian yang tinggi akan membuat hati ini akan tergerak untuk membantu anak jalanan tersebut. Kepedulian di sini bisa ditunjukkan dengan cara langsung menyalurkan donasi untuk membantu lembaga atau seseorang yang ingin membuatkan panti asuhan untuk anak jalanan tersebut. Atau bisa dengan iklhas menjadi pengasuh atau pengajar yang memberikan ilmu yang dipunya untuk memberikan bekal ilmu tambahan untuk para anak jalanan. Nah, untuk mendirikan sebuah panti asuhan idealnya dapat dilakukan langkah-langkah berikut ini :

  1. Panti Asuhan Anak JalananPastikan tanah dan bangunan untuk panti asuhan merupakan hak milik seseorang, yayasan atau lembaga yang sah secara hukum dan bersedia untuk mewakafkan tanah atau bangunan untuk dijadikan sebuah panti asuhan. Ini sudah harus dan tidak boleh dilanggar, karena sudah banyak kasus sengketa tanah yang seharusnya sudah diwakafkan atau diberikan dengan ikhlas oleh pemiliknya malah diambil kembali oleh pewaris dari pemilik tanah atau bangunan tersebut.
  2. Bersikap tegas sasaran penghuni panti asuhan ini. Ini sudah jelas, untuk penghuni panti asuhan untuk anak jalanan pastinya semua penghuninya merupakan anak-anak jalanan yang terlantar.
  3. Buatlah sebuah panitia pembangunan panti asuhan anak jalanan ini. Ini dilakukan untuk memudahkan dalam pencarian dana dari donatur demi terselenggaranya pembangunan panti asuhan.
  4. Untuk membuat sebuah panti asuhan anak jalanan, pasti membutuhkan bantuan dana dan ini bisa didapat dengan mendapatkan donatur dari seseorang atau lembaga. Nah untuk mendapatkan donatur tersebut, diperlukan adanya proposal yang menjelaskan semua hal yang berhubungan dengan pendirian panti asuhan tersebut. Ini harus jelas seperti mencantumkan nama jelas dari pengurus atau penitia pembangunan panti asuhan tersebut, agar ini dapat lebih dipercaya oleh donatur-donatur panti asuhan tersebut dalam memberikan sumbangannya.
  5. Rancanglah program kerja panti asuhan. Misalnya, apakah panti hanya bersifat menjadi tempat penampungan saja? Boleh-boleh saja kita buat sarana yang lebih seperti rumah belajar. Yang artinya, panti asuhan tersebut dibuat dan didirikan seperti “pndok pesantren terlatih”. Jadi, tidak selamanya anak asuh di panti asuhan tersebut berada di panti asuhan terus menerus. Mereka harus diberikan pelatihan dan diberdayakan untuk dapat hidup mandiri.
  6. Pembuatan saranan yang bersifat untuk memberikan pembelajaran. Misalnya membangun sarana yang dilengkapi dengan buku dan koneksi internet. Tentunya dengan pembatasan untuk dapat mengakses internet yang digunakan hanya untuk belajar saja.
  7. Pendidikan yang diberikan bukan hanya berupa pendidikan ilmu pengetahuan, tetapi anak-anak panti asuhan ini harus diberikan pemahaman dan pengertian dalam segi mental dan juga psikologis. Misalnya dengan memberikan pandangan dan motivasi, bahwa mereka juga bisa hidup lebih baik ke depannya dan peduli terhadap sesamanya. Tidak hanya itu saja, pendidikan tentang disiplin juga penting karena ini akan memberikan arti bagaimana cara bertanggung jawab terhadap apa yang sudah dilakukan. Misalnya dengan mengajarkan disiplin dalam hal kebersihan, keamanan, dan berbagi.
  8. Dalam operasional panti asuhan nanti, pasti dibutuhkan karyawan dan pengajar untuk dapat membantu untuk memberikan pendidikan kepada para anak jalanan. Nah, itu diperlukan pemberian honor untuk mereka, tetapi bisa diberikan pengertian bahwa pemberian honor bukan menjadi faktor utama dalam mengajar dan mengabdi untuk panti asuhan ini.
  9. Para pengelola panti asuhan, sebaiknya rajiin untuk memberikan informasi dan laporan perkembangan panti asuhan untuk para donatur, apalgi bagi para donatur tetap yang selalu memberikan sumbangan baik materi atau non materi untuk kelangsungan dan opeasional panti asuhan tersebut. Lakukan report secara berkala dan cobalah untuk bersikap jujur apa yang sudah dilakukan dan terjadi di panti asuhan tersebut.

Demikian sekelumit tentang beberapa hal dalam merancang panti asuhan untuk anak-anak jalanan ini, semoga ini dapat mengetuk hati pembaca dan mau mengeluarkan sedikit rezekinya untuk diberikan kepada orang yang lebih membutuhkan. apuy