Pilih Leasing atau Bank ?

Pilih Leasing atau Bank ?

May 11, 2013

Kredit modal kerja adalah sebuah pinjaman dana yang diberikan oleh lembaga keuangan untuk sebagai modal untuk memulai usaha dan juga mengembangkannya. Kredit modal kerja berupa dana tunai dalam hal ini bank untuk para pemilik usaha baik yang sudah memiliki usaha atau pun belum dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Pada umumnya kredit modal kerja ini digunakan sebagai untuk sebagai tambahan modal untuk operasional dan juga sebagai modal kerja awal.  Selain sebagai tambahan modal kerja, fasilitas pinjaman modal kerja ini bisa digunakan sebagai salah satu untuk mengembangkan usaha yang sudah ada menjadi lebih maju. Bahkan pinjaman modal kerja ini akan membuat dan sekaligus membantu untuk usaha dalam mempunyai alur dalam hal keuangan yang baik dan juga sehat. Untuk pengembalian pinjaman modal kerja ini biasanya akan dilakukan secara mencicil setiap bulan, tergantung dari kesepakatan antara kedua belah pihak (kreditur dan juga debitur).

Pihak yang Memberikan Kredit Modal Kerja

Pihak yang meminjamkan kredit modal kerja ini bukan hanya dari bank saja, namun ada lembaga keuangan lainnya yang ikut seperti koperasi dan leasing. Untuk koperasi ini sudah pasti dapat memberikan pinjaman modal kerja dalam skala yang kecil, sedangkan leasing ini untuk pinjaman modal kerja yang lebih besar dan cenderung sama dengan bank. Dalam urusan kredit modal kerja ini, baik leasing dan bank mempunyai perbedaan yang cukup mendasar dalam urusan persetujuan kredit modal kerja tersebut. Berikut ini beberapa perbedaan antara leasing dan bank dalam hal pengajuan kredit modal kerja :

Kredit Modal Kerja Dari Leasing

Kredit Modal KerjaBerikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan mengajukan permohonan untuk kredit modal kerja :

  • Tidak perlu agunan. Dalam mengajukan kredit modal kerja kepada pihak leasing tidak membutuhkan agunan sebagai jaminan yang merupakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon peminjam kredit modal kerja tersebut. Agunan yang menjadi jaminan ini bisa bervariasi tergantung banyaknya pinjaman modal kerja yang akan diinginkan.
  • Prosedur cenderung mudah untuk di ikuti. Dalam pengajuan kredit modal kerja kepada leasing atau lembaga pembiayaan ini prosedur atau ketentuan yang harus dipenuhi oleh peminjam tidaklah terlalu rumit. Bahkan jika persyaratan utama sudah lengkap, dipastikan tidak akan survey dan dana modal kerja tersebut sudah bisa langsung cair.
  • Proses pencairan dana terbilang cepat. Dalam hal proses pencairan dana modal kerja terbilang bisa hari itu juga, tergantung apakah semua persyaratan yang harus dipenuhi itu dibawa atau tidak.
  • Bunga kredit modal kerja akan lebih tinggi. Untuk hal yang satu ini mungkin aka menjadi perhatian bagi para peminjam dana modal kerja di leasing, karena bunga yang diberikan oleh pihak leasing ini cukup tinggi. Bunga yang diberikan oleh tiap leasing juga bervariasi dan berkisar mulai dari 1,5% sampai 2% per bulan, artinya 18 – 24% per tahun itu hanya untuk bunganya saja. Ini akan menjadi masalah, karena dengan bunga yang tinggi ini pastinya akan memotong banyak keuntungan yang di akan didapat.

Kredit Modal Kerja Dari Bank

Dalam meminjam kredit modal kerja di lembaga keuangan (bank), mungkin akan berbeda jauh dengan lembaga pembiayaan (leasing) baik dalam proses dan pencairan dana kredit modal kerja. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengajukan permohonan pinjaman kredit modal kerja di bank :

  • Prosedur akan sedikit lebih sulit. Dalam mengajukan permohonan pinjaman kredit modal kerja di bank, prosedur yang menjadi ketentuan dan syarat yang harus dipenuhi cukup sulit. Karena bank akan lebih selektif dana cenderung hati-hati dalam memberikan persetujuan untuk mengucurkan dana kredit modal kerja, apalagi pinjaman kredit modal kerja yang diajukan cukup besar.  Prinsip yang digunakan oleh pihak bank adalah “Know Your Customer (KYC)” seperti memeriksa usaha tersebut mulai dari track record dalam dunia perbankan, tujuan dari peminjaman kredit modal kerja tersebut, reputasi usaha yang mengajukan pinjaman kredit modal kerja, dokumen yang lengkap, sumber pembayaran dan kemampuan untuk melunasi pinjaman kredit modal kerja tersebut.
  • Harus adanya agunan. Untuk mengajukan permohonan pinjaman kredit modal kerja ini, pasti pihak bank akan meminta agunan sebagai jaminan yang menjadi syarat yang harus dipenuhi. Pihak bank juga akan memeriksa nilai agunan yang diberikan oleh usaha tersebut. Besar atau kecilnya nilai agunan yang diberikan, ini akan menjadi pertimbangan besar kecilnya pinjaman kredit modal kerja yang akan diberikan. Selain itu, besar kecilnya agunan yang diajukan merupakan salah satu penilaian untuk bank dalam menyetujui permohonan pinjaman kredit modal kerja tersebut.
  • Proses pencairan dana akan lebih lama. Pihak bank akan lebih berhati-hati dalam memberikan persetujuan pinjaman kredit modal kerja yang diajukan oleh suatu perusahaan. Ini dilakukan untuk menghindari kredit macet dan hal-hal negatif yang akan membawa dampak buruk bagi pihak bank. Jadinya, diperlukan kesabaran untuk menunggu sampai pengajuan pinjaman kredit modal kerja disetujui.
  • Bunga kredit modal kerja rendah. Berbeda dengan leasing yang memberikan bunga kredit modal kerja dengan kisaran tinggi, pihak bank justru memberikan beban bunga yang lebih rendah. Kisaran besaran bunga ini 11 – 15 % per tahun, jadi Anda dapat dapat menikmati keuntungan yang lebih banyak karena cicilan dan bunga yang harus dibayarkan lebih rendah.

Jadi, Anda akan pilih leasing atau bank dalam mengajukan permohonan pinjaman kredit modal kerja untuk usaha Anda ? Selamat mencoba. apuy

Leave Your Comment Here...